selembar kertas putih jatuh dihadapanku....
begitu kusam dan terlihat rapuh....
dibalut coretan yang tak beraturan...
mungkin saja tinta pena hitamlah yang menggoresnya...
seperti itulah perasaanku dahulu...
hanya mampu menangis diam-diam...
karena hati ini terasa begitu sakit...
aku tak pernah mampu mengungkapkannya...
kau atur jalan cerita yang ku tempuh...
kau arahkan aku ke arah yang baik menurutmu...
kau payungi aku dalam derasnya hujan sore itu...
hingga panas terik menyapaku, kau masih saja melindungiku...
tapi, aku salah...
jalan cerita yang seharusnya mulus, kau buat bergelombang...
kau hempaskan aku ke dalam palung terdalam...
kau benamkan aku dalam hujatan mereka....
sedemikiankah rasa bencimu kepadaku?
katakanlah...
aku akan mendengarkannya...
jangan lagi kau tusuk jantung hatiku....
karena pedang yang kau tancapkan sudah terlalu membekas....
jangan patahkan satu hati yang masih tersisa...
jangan hilangkan senyum yang masih tersimpan...
karena kita berada di satu aliran darah yang sama.
walaupun kita berbeda arah.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar