perang dingin.
kata itulah yang tepat, untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
aku merasakan seperti itu, bagaimana denganmu,kawan?
aku yakin, kau tahu akan hal itu.
senang disaat sedih, dan sedih disaat senang.
aku tak ingin menyalahkan siapa-siapa.
tapi kenapa?
kau ingin melihatku hancur?
atau aku yang ingin melihatmu hancur?
entahlah!
aku hanya ingin semuanya cepat berakhir, dan kembali ke keadaan semula.
ini memicu amarahku.
aku tak akan sanggup, jika ini berlanjut hingga jas berwarna telah melekat.
bagaimana ku harus mengatakannya?
yaaa.
aku muak.
aku tak suka sifatmu.
menutupi apa yang kau tahu, dengan sikap atau gerakanmu.
terkadang aku juga berpikir.
apakah kau benar-benar ingin melihatku menangis?
hanya kau yang tahu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar